Cara menjalankan sistem operasi Ubuntu di perangkat Android

Apa kabar semuanya. Setelah lama tidak mengurus blog, akhirnya saya kembali lagi dengan tutorial baru mengenai Android. Dan pada tutorial kali ini, saya akan mengajarkan kepada kalian bagaimana cara menginstal dan menjalankan sistem operasi Ubuntu di perangkat Android.


Ya, kalian tidak salah dengar. Pada dasarnya, Android dan Ubuntu sama sama menggunakan sistem operasi Linux sebagai dasarnya. Yang dimana dalam metode penginstalannya keduanya sama sama berbagi kernel (atau basis sistem operasi) agar bisa berjalan secara bersamaan, sehingga kita bisa dapat dengan bebas menjalankan Ubuntu sambil kita membuka aplikasi Android lain tanpa gangguan. Penjelasan lengkap mengenai hal ini dapat kalian pelajari dari artikel GitHub ini.

Oke, tanpa ngebacot lebih lanjut, langsung saja check it out!

Update: Batasan untuk Android 12 Keatas dan Cara Mengatasinya

Jika kalian menggunakan Android 12 keatas, kalian mungkin akan mendapatkan satu bug pada aplikasi Termux yang menyebabkan Ubuntu kalian logout dengan sendirinya. 

Bug ini sebenarnya berasal dari satu proses di dalam sistem Android yang disebut dengan Phantom Processes Killer. Yang dimana jika ada suatu aplikasi yang sedang dijalankan di latar belakang terlalu banyak memakan CPU smartphone kalian. Ubuntu kalian akan logout dengan sendirinya dan di Termux kalian akan muncul pesan:

Process completed (signal 9): press Enter

Dan saat kalian menekan Enter di keyboard kalian, Termux akan tertutup dengan sendirinya dan kalain harus login dari awal.

Tentu ini sangat menggangu buat kalian yang sudah memperbarui perangkat kalian ke Android 12 (termasuk saya juga). Informasi tersebut dikonfirmasi oleh salah seorang pengguna Android 12 melalui Tweet berikut:

Untuk cara mengatasi masalah ini, pertama kalian aktifkan dulu Opsi developer atau Pilihan Pengembang di Android kalian. Caranya bervariasi tergantung perangkat Android yang kalian gunakan. Di perangkat Samsung, opsi ini bisa diaktifkan dengan cara masuk ke Tentang ponsel, lalu ke Informasi perangkat lunak, dan terakhir tap 7 kali pada Nomor versi.


Setelah itu, masuk ke Pilihan Pengembang, aktifkan toggle Debugging USB, lalu pilih OK.



Oke, sekarang pindah ke PC/laptop kalian, lalu download dan install aplikasi berbasis teks bernama ADB dengan mengikuti link ini.

Setelah itu, sambungkan ponsel kalian dengan menggunakan USB, lalu di PC/laptop kalian ketikkan perintah berikut untuk memverifikasi perangkat Android kalian.

adb devices

Saat muncul notifikasi di perangkat Android kalian, tekan OK, lalu jalankan lagi perintah diatas.

Terakhir, ketikkan perintah berikut:

adb shell /system/bin/device_config put activity_manager max_phantom_processes 2147483647

Selesai! Kalian dapat lanjut ke tahap berikutnya.

Tidak punya PC/laptop? Tenang! Kalian bisa ikuti video tutorial berikut atau ikuti tutorial yang saya buat dari link ini.

 Persiapan

Pertama, siapkan 4 hal berikut untuk memulai:
  1. Termux
  2. XServer XSDL
  3. Penyimpanan internal minimal ±800 MB (kapasitas ini akan bertambah seiring banyaknya aplikasi Ubuntu yang diinstall)
  4. Kuota internet yang banyak tentunya
(Klik link diatas untuk mendownload aplikasinya)



Install Ubuntu melalui Termux

Hal pertama yang harus dilakukan adalah, jalankan aplikasi Termux, kemudian tunggu sampai Termux selesai menginstall paket bootstrap. Pelajari apa itu Bootstrap di artikel Wikipedia berikut.


Sekarang, ketikkan perintah berikut pada Termux (ingat, setelah mengetikkan perintah, jangan lupa menekan Enter pada keyboard kalian untuk menjalankan perintahnya):

pkg update


Kemudian, saat ada pertanyaan seperti ini, ketik Y, kemudian tekan Enter, lakukan hal yang sama jika pertanyaan seperti ini muncul lagi.


Oke, sekarang ketikkan dan jalankan perintah ini setelah proses update melalui perintah pkg update selesai untuk mendownload paket PRoot Distro:

pkg install proot-distro

Setelah didownload, mari kita download Ubuntu dengan menjalankan perintah berikut:

proot-distro install ubuntu

Lalu tunggu sampai proses download selesai.


Setelah selesai, mari kita login dengan menjalankan perintah berikut:

proot-distro login ubuntu

Menyiapkan Ubuntu

Karena Ubuntu kita masih "bersih", kita perlu menginstal beberapa paket tambahan sekaligus melakukan beberapa konfigurasi.

Untuk itu, jalankan perintah berikut untuk memastikan Ubuntu kita sudah versi terbaru (saat postingan ini ditulis versi terbaru Ubuntu saat ini adalah 22.04 dengan codename Jammy Jellyfish, atau disingkat "jammy")

cat /etc/os-release

Dan akan muncul deskripsi berikut:

PRETTY_NAME="Ubuntu 22.04 LTS"
NAME="Ubuntu"
VERSION_ID="22.04"
VERSION="22.04 LTS (Jammy Jellyfish)"
VERSION_CODENAME=jammy
ID=ubuntu
ID_LIKE=debian
HOME_URL="https://www.ubuntu.com/"
SUPPORT_URL="https://help.ubuntu.com/"
BUG_REPORT_URL="https://bugs.launchpad.net/ubuntu/"
PRIVACY_POLICY_URL="https://www.ubuntu.com/legal/terms-and-policies/privacy-policy" UBUNTU_CODENAME=jammy


Sekarang, mari kita lakukan konfigurasinya.

Yang pertama, ketik dan jalankan perintah berikut untuk mengupdate sistem Ubuntu:

apt update

Lalu, setelah proses update selesai, kita install dua paket bernama "sudo" (untuk mengelola hak administratif Ubuntu) dan "nano" (untuk mengedit file teks). Untuk itu jalankan perintah:

apt install sudo nano



Sekarang, mari kita menambahkan user account di Ubuntu. Ketikkan dan jalankan perintah berikut:

adduser <username>

Ganti <username> dengan nama kalian (huruf kecil, boleh pakai angka, dan jangan memakai spasi). Setelah itu, kalian akan diminta untuk membuat password (password tidak akan nongol di layar saat diketik)


Kalian juga akan ditanyai beberapa info personal seperti Nama lengkap, Nomor ruangan, Nomor telepon kerja, Nomor telepon rumah, dan Informasi lainnya (ini opsional, bisa di skip dengan memainkan tombol Enter di Keyboard kalian). Jika sudah, saat ditanya "Is this information correct?", pencet Y, kemudian tekan Enter.

Sekarang, jalankan perintah berikut untuk menambahkan hak administratif ke user account kita

visudo

Lalu akan muncul seperti ini


Tenang, jangan pada panik dulu, guys 😁

Langkah selanjutnya, cari baris yang bertuliskan kalimat berikut (gunakan tombol panah pada Termux untuk mencari):

root ALL=(ALL:ALL) ALL

Lalu tambahkan teks berikut di bagian bawahnya

<username> ALL=(ALL:ALL) ALL

Catatan: 

  1. Diantara kalimat <username> dengan teks ALL, tekan tombol Tab (pada Termux, letaknya dibawah tombol ESC) beberapa kali untuk menambah spasi antar teks. Lakukan hal yang sama pada baris root di atasnya.
  2. Ganti <username> dengan nama akun baru kalian yang barusan dibuat.
Sehingga hasilnya akan terlihat seperti ini:

root ALL=(ALL:ALL) ALL
<username>    ALL=(ALL:ALL) ALL

Jika sudah, pencet CTRL (di Termux) kemudian pencet O (pada keyboard). Pencet enter (di keyboard) untuk menyimpan, terakhir pencet CTRL (di Termux) diikuti dengan menekan X untuk menyelesaikan pengeditan.

Setelah selesai, mari kita login ke akun yang baru saja kita buat:

su <username>

Memulai Penginstalan Komponen Ubuntu 

Sekarang, ketik dan jalankan perintah berikut secara berurutan. Ingat, saat menjalankan satu perintah, tunggu sampai satu perintah selesai dijalankan agar terhindar dari gangguan:

cd

sudo apt upgrade

sudo apt reinstall gvfs-daemons -y

sudo apt install udisks2 -y

sudo rm /var/lib/dpkg/info/udisks2.postinst

echo "" >> /var/lib/dpkg/info/udisks2.postinst

sudo apt-mark hold udisks2

sudo apt install xfce4 -y

Saat proses penginstalan, kalian akan ditanyakan soal layout keyboard:


Untuk itu, ketik 32, lalu tekan Enter untuk melanjutkan.

Setelah itu, akan ada pertanyaan lagi:


Untuk menjawabnya, tekan 1, kemudian tekan Enter. Penginstalan pun akan dilanjutkan kembali.

Jika semua perintah di atas sudah dijalankan, install beberapa komponen tambahan berikut dengan menjalankan perintah:

sudo apt install xfce4-goodies dialog whiptail neofetch tzdata locales apt-utils menulibre mugshot -y

Kemudian, saat proses penginstalan, akan muncul dialog berikut untuk memilih zona waktu. Pilih Asia kemudian tekan enter pada keyboard (petunjuk: gunakan tombol panah pada Termux untuk memilih)


Next, pilih salah satu kota untuk menetapkan zona waktu. Sebagai gambaran:

  1. Jika kalian berada di cakupan wilayah Waktu Indonesia Barat, pilih Jakarta.
  2. Jika berada di cakupan wilayah Waktu Indonesia Tengah, pilih Pontianak.
  3. Jika kalian tinggal di wilayah timur Indonesia (yang mencakup Waktu Indonesia Timur), pilih Jayapura.
Gunakan tombol panah atau tombol PGUP/PGDN pada Termux untuk memilih, setelah itu tekan enter untuk melanjutkan penginstalan.

Terakhir, kita akan melakukan konfigurasi bahasa sebelum mencoba menjalankan Ubuntu. Ketikkan perintah berikut:

sudo dpkg-reconfigure locales

Akan muncul tampilan seperti ini:


Petunjuk: Gunakan tombol panah, PGUP, atau PGDN pada Termux untuk memilih. Untuk menandai pilihan, tekan Spasi pada keyboard kalian.

Untuk memilih bahasa Indonesia, cari dan tandai pilihan id_ID.UTF-8 UTF-8. Tandai bahasa lain jika ingin memilih bahasa lainnya, namun, pastikan bahasa yang dipilih memiliki label UTF-8 (contoh: untuk memilih bahasa Inggris Amerika Serikat, pilih en_US.UTF-8)

Tekan Enter untuk mengunci pilihan kalian. Setelah itu, pilih bahasa tampilan default untuk Ubuntu kalian:


Gunakan tombol panah pada Termux untuk memilih, seperti biasa.

Pilih id_ID.UTF-8, kemudian tekan enter.

Tunggu sebentar, sampai prosesnya selesai. Setelah itu kita keluar dulu dari Ubuntu dengan menjalankan perintah berikut sebanyak 2 kali (sekali untuk logout dari user account kita, sekali untuk melakukan "shutdown" pada Ubuntu)

exit

Last Step: Test Drive Ubuntu

Well, inilah langkah terakhir sebelum kita masuk ke sistem Ubuntu secara langsung. Pertama kita buat agar Ubuntu dapat mengakses penyimpanan Internal ponsel Android kita (untuk membuat akses ke Penyimpanan Eksternal, klik disini) dengan mengetikkan perintah:

termux-setup-storage

Kemudian sistem Android akan meminta akses ini seperti biasa:


Pilih Izinkan untuk memberikan akses pada Termux. Setelah itu, mari kita kembali login ke Ubuntu dengan perintah yang berbeda:

proot-distro login ubuntu --user <username>

Ingat: ganti <username> dengan nama akun Ubuntu kalian. 



Kalian pun akan langsung masuk ke Ubuntu tanpa perlu memasukkan password akun kalian.

Selanjutnya kita siapkan skrip untuk masuk ke sistem. Jalankan perintah berikut:

nano /bin/xsdlstart

Kalian dapat mengganti teks xsdlstart dengan kalimat apapun, asalkan harus huruf kecil dan tidak memakai spasi.

Akan muncul tampilan kosong seperti ini:


Sekarang, kita berpindah ke aplikasi XServer XSDL yang sudah kalian download di tahap awal tadi. Jalankan aplikasinya dan tunggu sampai muncul tampilan seperti ini:


Kemudian buka lagi aplikasi Termux, tekan dan tahan area kosong pada layar kemudian tap Paste. Akan muncul seperti berikut:


export DISPLAY=192.168.10.91:0
export PULSE_SERVER=tcp:192.168.10.91:4713
xfwm4 & firefox

Nah, ganti kalimat xfwm4 & firefox dengan kaliamt startxfce4, sehingga akan terlihat seperti:

export DISPLAY=192.168.10.91:0
export PULSE_SERVER=tcp:192.168.10.91:4713
startxfce4

Setelah selesai, pencet CTRL (di Termux) kemudian pencet O (pada keyboard). Pencet enter (di keyboard) untuk menyimpan, terakhir pencet CTRL (di Termux) diikuti dengan menekan X untuk menyelesaikan pengeditan.

Lalu jalankan perintah berikut:

chmod +x xsdlstart

Terakhir, coba jalankan perintah ini:

xsdlstart

Sekarang, coba pindah ke aplikasi XServer XSDL, tunggu beberapa saat, dan ini dia hasilnya 😉


Untuk menggunakannya, usap dengan 1 jari untuk menggerakkan kursor, tap pada layar untuk melakukan aksi klik kiri, tap dengan 2 jari untuk klik kanan, sentuh dan tahan pada layar kemudian gerakkan jari kalian untuk menggeser, dan usap dengan 2 jari untuk scroll.

Catatan

Ingat, saat kalian hendak menjalankan lagi Ubuntu kalian dengan menggunakan perintah xsdlstart, pastikan kalian memeriksa dulu teks yang muncul pada tampilan awal aplikasi XServer XSDL (perhatikan teks command yang muncul pada baris kedua). Nah, teks tersebut akan otomatis disalin dan kalian bisa menjalankan perintah nano /bin/xsdlstart untuk mengganti seluruh perintahnya dengan perintah yang disalin dari aplikasi XServer XSDL tadi.

Penutup

Nah, untuk tutorial selanjutnya, saya akan membagikan bagaimana cara menyetel suara di Ubuntu dan bagaimana cara mengakses penyimpanan eksternal Android melalui Ubuntu.

Oke, itu dia tadi tutorial mengenai bagaimana cara menginstal Ubuntu di Android. Jika ada yang kurang jelas, bisa kalian komentar di kolom komen.

Semoga bermanfaat 😉

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fix Error Process Signal 9 di Termux Android 12

Bing AI (Microsoft Copilot) di Google Chrome? BISA!

Mau Cari Wallpaper? Disini Tempatnya!